Jumat, 18 Februari 2011

Tempat-Tempat di Pacitan


       Sebagai salahsatu Kabupaten di Jawa Timur, Pacitan memiliki potensi wisata yang sangat besar. Berada di pesisir selatan Pulau Jawa, menjadikan Pacitan sebagai kabupaten yang memiliki banyak pantai. Dan pantai-pantai di Pacitan memiliki panorama indah dengan hamparan pasir putihnya.

Beberapa pantai yang terdapat disana:
  • Teleng Ria

  • Buyutan

  • Klayar

  • Surau
     
      Pacitan merupakan salah satu dari delapan daerah tertinggal di Jawa Timur. Namun, di sana terdapat sekitar 300 gunung kecil yang di perutnya ”mengandung” goa-goa, baik goa vertikal maupun horizontal. Hingga kini belum jelas berapa jumlah pastinya. Saking banyaknya goa dan agar mudah mengingatnya, sebutlah Pacitan sebagai Negeri Seribu Goa. Dua di antaranya menjadi primadona, yaitu Goa Gong dan Goa Tabuhan, yang terletak di Kecamatan Punung, sekitar 30 km ke arah barat alun-alun Pacitan. Berikut sejarah serta gambar dari goa tersebut:

  • Goa Tabuhan

Menurut cerita masyarakat sekitar, gua Tabuhan telah ditemukan oleh Kyai Santiko yang kehilangan sapi, tapi Akhirnya lembu itu datang ke gua. sapi-Nya tidak ingin keluar dari gua, karena menyimpan air dari akar di atasnya banyak. Setelah belukar telah dibersihkan, gua diasuh oleh Raden Bagus Joko Lelono dan seorang putri Raden Ayu Mardilah.Gua Tabuhan berada di pantai barat daya Jawa Timur, adalah interior emmense gua Tabuhan. Gua ini disebut Tabuhan karena kedengarannya seperti musisi lokal memainkan lagu dengan stalaktit lomesone mencolok yang bergema di pitch yang sempurna untuk musik.

Gua itu sendiri sangat spektakuler, stalagmit varilored yang mencapai ke atas setinggi 50 meter ke arah liontin stalagtites dibentuk oleh air menetes dari atap.

Hal ini disebut sebagai gua Tabuhan karena jika tersusun akan menghasilkan suara seperti irama musik Jawa (gamelan). Gua Tabuhan adalah semula dikenal sebagai gua Tapan karena sejak depan diterapkan oleh Chevaliers untuk beberapa meditasi seperti; Sanggargenu, Bambang Trigo. Wareng desa diakui menyebabkan legenda Banteng Wareng yang keturunan Sultan Yogyakarta. Diceritakan juga di tahun 1825 terjadi perang Diponegoro, Raden Banteng Wareng menunjukkan jiwa patriotik nya menentang terjajah dengan Diponegoro.
  • Gua Gong
 
 
    Gua Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gua Gong merupakan satu dari gua-gua yang tersembunyi di perut gunung-gunung kecil yang ada di Pacitan. Gua ini merupakan gua horizontal dengan panjang sekitar 256 meter. Di gua itu terdapat stalaktit, batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit gua, dan stalagmit, batuan kapur yang berdiri tegak di dasar berusia ratusan tahun. Menurut beberapa peneliti dan wisatawan 
mancanegara, gua ini merupakan gua dengan stalaktit dan stalagmit yang paling indah di Asia Tenggara.

      Dinamakan Gua Gong karena menurut cerita yang beredar, dari dalam gua ini sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai suara gong. Proses ditemukannya Gua Gong sendiri terjadi secara tidak sengaja. Alkisah, pada suatu ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga di Dusun Pule terjadi kekeringan. Air sangat sulit untuk diperoleh. Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo berinisiatif untuk mencari air ke dalam gua yang ada di tempat itu. Dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mecoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Penemuan itu terjadi sekitar tahun 1930.
Selain keindahan stalaktit dan stalagmitnya, Goa Gong memiliki lima sendang yang bernilai magis bagi yang mempercayainya. Sendang-sendang tersebut antara lain: Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto yang dipercaya memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.

      Gua Gong memiliki beberapa ruangan. Ruang pertama adalah ruang Sendang Bidadari yang terdapat sendang kecil dengan air dingin dan bersih di dalamnya. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari, yang menurut cerita, di ruangan ini kadang melintas bayangan seorang wanita cantik yang menyerupai bidadari.

      Ruang ketiga dan keempat adalah ruang kristal dan marmer, di mana di dalam ruangan tersebut tersimpan batu kristal dan marmer dengan kualitas yang mendekati sempurna. Ruangan kelima merupakan ruangan yang paling lapang. Di tempat ini pernah diadakan konser musik empat negara (Indonesia, Swiss, Inggris, dan Perancis) dalam rangka mempromosikan keberadaan Gua Gong ke mancanegara. Ruang keenam adalah ruang pertapaan, dan ruang terakhir adalah ruang Batu Gong. Di ruangan ini terdapat batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan bunyi seperti Gong. 

     Jarak dari Kota Pacitan ke Gua Gong sekitar 30 kilometer. Untuk mencapai Gua Gong, Anda dapat menggunakan dua jalur. Jalur pertama adalah jalur yang melalui Pracimantoro, Wonosari, Gunung Kidul. Sedangkan jalur yang kedua dari Kota Pacitan. Cara termudah mencapai Pacitan adalah lewat Solo. Dari kota itu tersedia cukup banyak bus dan jalannya lebar serta mulus. Sebaliknya, jika Anda berangkat dari Surabaya, Anda harus berganti angkutan tiga kali. Dari Surabaya menuju Madiun, lalu berganti bus ke Ponorogo. Dari Ponorogo Anda naik bus kecil jurusan Pacitan.

     Fasilitas yang tersedia di kawasan Gua Gong antara lain toko suvenir, rumah makan, tempat parkir, WC umum, dan musholla. Bagi wisatawan yang ingin mengetahui seluk-beluk Gua Gong secara detail, mereka dapat menyewa pemandu yang ada di kawasan ini. Namun, bagi yang tidak ingin menyewa pemandu dapat membeli buku panduan yang ada. Bagi Anda yang ingin menginap, Anda dapat menyewa hotel ataupun penginapan yang ada di Kota Pacitan.


By:

Sabtu, 12 Februari 2011

Ibu

Ibu...
Mungkin itu satu kata yang pertama kali ku ucap saat aku mulai belajar bicara
Ibu...
Pengorbananmu sungguh besar untukku
Kau rela mempertaruhkan nyawamu demi aku, anakmu
Tak heran jika Tuhan memberikanmu hadiah, berupa surga di telapak kakimu
Ibu..
Kau sangat berjasa bagi hidupku
Aku berhutang banyak padamu
Namun, aku rasa ku takkan sanggup membalas jasa-jasa mu yang terlalu besar itu
Terima kasih kau telah menjaga ku hingga aku besar kini